Selasa, 16 Oktober 2012

Instal Windows 7 Dengan USB



Sudah banyak artikel yang membahas tentang cara-cara menginstal windows melalui USB flashdisk, dan saya pikir gak ada salahnya mencoba trik yang lain, siapa tau ada peningkatan dalam penginstalannya. Menginstal operating system biasanya menggunakan dvd/cd room. Namun untuk notbook edisi sekarang ini biasanya diproduksi tanpa disertai cd/dvd room. Caranya ini sangat berguna jika kebetulan dvd room pada leptop/notbook anda mengalami kerusakan dan anda tidak memiliki dvd external.

Persiapan

  1. USB Flashdisk berkapasitas minimal 4 GB, Laptop/PC
  2. Master Windows 7 atau Master yang sudah ada ISO
  3. Atur urutan posisi booting dengan memilih USB flashdisk pada bios anda.

Tahap 1

Nyalakan Laptop/PC anda, kemudian masuk ke command prompt.
1.  Klik Start-Run-cmd  Ok



2. Kemudian ketik Diskpart (enter)


3.  Ketik (list)  disk  untuk melihat daftar disk yang ada.


4.  Ketik (select disk 1 atau select disk 2) tergantung posisi flashdisk. Anda bisa melihat dari ukuran size/kapasitas yang terlihat

5. Ketik Clean (enter)

6. Ketik Create partition primary (enter)

7.  Ketik Format recommended  lalu enter. (tunggu sampai proses selesai)

8. Ketik Active (enter)

9. Ketik Exit (enter)


Tahap 2

  1. copy master windows 7
  2. restart laptop/pc (pastikan anda sudah memilih posisi urutan booting pertama anda pada usb/flashdisk
  3. Selesai 



Minggu, 05 Agustus 2012

Fungsi Multicore Processor



 Teknologi processor sudah memanfaatkan multi core, sebuah chip memiliki 2 core atau lebih sudah banyak di buat. memiliki computer dengan 2 inti 4 inti, saat ini sudah menjadi biasa. Demikian juga harga prosesor yang dijual dari tahun ke tahun terus turun. Tahun 2010 produsen processor seperti Intel dan AMD akan terus memperbanyak jumlah core atau inti processor pada sebuah processor. Dari 4 core pada sebuah chip akan meningkat menjadi 6 bahkan 8.

Beberapa pendapat mungkin mengatakan hal berbeda seperti dibawah ini:


Ada yang memilih untuk mengunakan single core atau 1 inti processor dengan alasan:
*  Computer hanya digunakan untuk aplikasi ringan seperti browsing internet, aplikasi office
*  1 inti processor lebih hemat power
*  Single core sudah cukup bagi saya saat ini.

Ada juga yang memilih dual core dengan alasan:
*  Processor dual core lebih intensif untuk aplikasi game.
*  Kecepatan dual core tidak banyak berbeda dengan quad core untuk aplikasi tertentu
*  Mendapat kecepatan processor dual core yang lebih baik dengan harga yang sama dari quad core.
*  Power lebih hemat dibandingkan quad core.

Yang lainya memilih quad core dengan alasan lain:
*  Harga tidak berbeda dengan dual core
*  Quad core memiliki kinerja lebih baik dibandingkan dual core
*  Pemakaian power tidak banyak berbeda dibanding dual core, walaupun sedikit lebih besar.
*  Kebutuhan quad core karena aplikasi yang digunakan sudah mendukung.

Ketiga pendapat diatas dapat dikatakan benar. Masing-masing penguna komputer membutuhkan processor yang berbeda. Apakah hanya untuk browsing dan mengetik surat saja tentunya sudah cukup dipenuhi dengan single core. Sedangkan mereka yang cukup intensif mengunakan computer labih baik aplikasi game dapat memilih dual core. Sementara mereka yang sangat intensif pada aplikasi yang mengunakan software yang mendukung multi core dapat memilih jenis processor quad core.

Berapa core yang dibutuhkan untuk sebuah komputer. Petanyaan tersebut akan mudah di jawab. Apa jenis aplikasi yang digunakan, akan menentukan kebutuhan processor dengan fitur multi core yang ada. Seberapapun besarnya core yang ada di dalam sebuah procesor, mungkin tidak akan berguna bila aplikasi yang digunakan ternyata tidak mendukung.

Mengatakan single core yang terbaik, tentu bukan sebuah jawaban. Bila processor untuk notebook saja sudah sulit menemukan jenis processor dengan single core, apalagi processor untuk komputer desktop. Teknologi single core dari sebuah processor bukan saatnya lagi dibicarakan.

Processor dengan dual core. Sepertinya masih layak digunakan. Karena aplikasi software yang ada saat masih tetap didukung oleh processor dual core. Jika memilih processor dengan dual core, cukup melihat apa jenis aplikasi yang digunakan. Bila untuk gaming dengan processor rendah biaya dan tidak terlalu intensif mengunakan aplikasi multimedia atau aplikasi besar lainya. Dual core bisa di jadikan pilihan. Dengan anggaran yang sama, penguna komputer dapat memilih kecepatan dual core procesor yang lebih tinggi denga cache memory lebih besar dibandingkan processor quad core pada harga yang sama.

Processor dengan quad core. Bila pemakaian aplikasi sudah mendukung penuh dengan multi core. Tidak lain harus mengunakan processor quad core. Beberapa software terbaru memang mampu memanfaatkan seluruh kemampuan core processor seningga proses lebih cepat dan mempersingkat waktu pengerjaan. Dengan processor 4 inti atau quad core, akan menghemat waktu dibandingkan computer dengan dual core.

Tantangan di masa mendatang dengan multi core processor, besar kemungkinan berubah. Penerapan aplikasi yang mendukung multi core dari processor sudah pasti lebih menguntugkan. Ada rumor bahwa game pada tahun 2009 juga akan mendukung multi core sehingga teknologi AI dari sebuah game akan semakin pintar dan lebih nyata. Mungkin sudah saatnya penguna computer untuk beralih ke quad core.

Pendapat mengunakan dual core masih layak digunakan, saat ini dapat dikatakan masih mencukupi. Tetapi penguna computer tidak dapat menolak datangnya quad core dengan harga semakin murah. Apa yang menjadi pilihan, tentu penguna computer sendiri yang harus memilih.








Rabu, 20 Juni 2012

Cara Kerja Sistem Bluetooth


Sistem bluetooth terdiri dari sebuah radio transceiver, baseband link Management dan Control, Baseband (processor core, SRAM, UART, PCM USB Interface), flash dan vioce code. Sebuah link manager. Baseband link controller menghubungkan perangkat keras radio ke baseband processing dan layer protokol fisik. Link manager melakukan aktivitas-ativitas protokol tingkat tinggi seperti melakukan link setup, autentikasi dan konfigurasi.


Spread Spectrum
Bgaimana data bisa bergerak di udara? Wireless LAN mentransfer data melalui udara dengan menggunakan gelombang elektromagnetik dengan teknologi ini memungkinkan beberapa user menggunakan pita frekuensi yang sama secara bersamaan. SST ini merupakan salah satu pengembangan teknologi Code Devision Multiple Access (CDMA). Dengan urutan kode (code sequence) yang unik data ditranfer ke udara dan diterima oleh tujuan yang berhak dengan kode tersebut. Dengan teknologi Time Devision Multiple Access (TDMA) juga bisa diaplikasi (data ditransfer karena perbedaan urutan waktu/time squence). Dalam teknologi SST ada dua pendekatan yang dipakai yaitu:



  • Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS), sinyal ditranfer dalam pita frekuensi tertentu yang tetap sebesar 17 MHz. Prinsip dari metoda direct sequence adalah memancarkan sinyal dalam pita yang lebar (17 MHz) dengan pemakaian pelapisan (multiplex) kode/signature untuk mengurangi interferensi dan noice. Untuk perangkat wireless yang bisa bekerja sampai 11M bps membutuhkan pita frekuensi yang lebih lebar samapi 22 MHz. Pada saat sinyal dipancarkan setiap paket data diberi kode yang unik dan berurut untuk samapi di tujuan, di perangkat tujuan semua sinyal terpancar yang diterima diproses dan difilter sesuai dengan urutan kode yang masuk. Kode yang tidak sesuai akan diabaikan dan kode yang sesuai akan doproses lebih lanjut.
  • Frequency Hopping Spread Spectrum (FHSS), sinyal ditransfer secara bergantian dengan menggunakan 1MHz atau lebih dalam rentang sebuah pita frekuensi tertentu yang tetap. Prinsip dari metoda frequency hopping adalah menggunakan pita yang sempit yang bergantian dalam memancarkan sinyal radio. Secara periodik antara 20 sampai dengan 400ms (milidetik) sinyal berpindah dari kanal frekuensi satu ke kanal frekuensi lainya.


Pita 2.4GHz dibagi-bagi kedalam beberapa sub bagian yang disebut chanel/ kanal. Salah satu stadar pembagian kanal ini adalah sistem ETSI (European Telecommunication Standard Institute) dengan membagi kanal dimulai dengan kanal 1 pada frekuensi 2.412MHz, kanal 2 2.417MHZ, kanal 3 2.422MHz dan seterusnya setiap 5MHz bertambah sampai kanal 13.


Dengan teknologi DSSS maka untuk satu perangkat akan bekerja menggunakan 4 kanal (menghabiskan 20MHz, tepatnya 17MHz). Dalam implementasi secara normal pada lokasi dan arah yang sama hanya 3 dari 13 kanal DSSS yang bisa dipakai. Parameter lain yang memungkinkan penggunaan lebih dari 3 kanal ini adalah penggunaan antena (directional antenna) dan  polarisasi antena itu sendiri (horisontal/vertikal. Penggunaan antena Omni-directional akan membuat sinyal ditransfer ke seluruh arah (360 derajat).


Teknologi FHSS ditunjukan untuk menghindari noise/gangguan sinyal pada saat sinyal ditranfer, secara otomatis perangkat FHSS akan memilih frekuensi tertentu yang lebih baik untuk transfer data. Kondisi ini menjadikan satu keuntungan dibandingkan dengan DSSS.




Pendingin Untuk Sistem Hemat Energi


Banyak produsen PC yang memproduksi sistem komputasi yang hemat energi. Selain itu rata-rata notebook menerapka dan mensyaratkan sistem yang hemat energi ini. Salah satu penghematan energi ini dilakukan pada sistem pendingin. Memang beberapa produsen prosesor telah membuat versi prosesor yang bertegangan rendah yang memiliki suhu kerja lebih dingin dari prosesor lain, tetapi untuk penggunaan dengan durasi yang lama, prosesor tetap membutuhkan sistem pendingin. Belum lagi prosesor Intel yang memiliki teknologi speed step yang dapat disesuaikan kecepatan prosesornya, ini tentu membutuhkan sistem pendingin yang otomatis mengikuti kebutuhan pendinginnya.



Untuk itu didesain sistem pendingin yang lebih efektif dan efisien. Ini dapat dilakukan dengan memberikan ventilasi yang cukup pada sistem, penggunaan heatsink (keping pendingin) yang ekstra besar pada prosesor, atau penggunaan fan yang terkendali yang akan bekerja sesuai dengan kebutuhan.




Pada beberapa motherboard telah dilengkapi sensor suhu yang akan memonitor suhu prosesor dan juga telah dilengkapi switch (saklar) otomatis bagi fan pendingin prosesor. Ini sangat membantu dalam membangun sistem yang hemat energi karen fan hanya akan bekerja jika suhu prosesor telah mencapai tinggkat tertentu. Tetapi bagi motherboard yang belum dilengkapi fasilitas tersebut, kita dapat memakai sistem pendingin yang telah memiliki sesor suhu dan switch otomatis terpasang. Biasanya sesor dan saklar otomatis tersebut terdapat pada heatsink yang akan menyalakan fan jika suhu prosesor telah mencapai tinggkat tertentu



Dikutip dari Widya Scool





Senin, 18 Juni 2012

Fungsi VGA Onboard dan VGA Card


Kalau dilihat dari namanya fungsi utama komponen ini ialah untuk memproses segala sesuatu yang berhubungan dengan grafis atau tampilan dari sistem operasi (Windows, Linux etc) untuk ditampilkan kembali dilayar monitor anda. Komponen ini juga menghubungkan antara komputer kita dengan monitor sehingga sinyal digital gambar bisa diubah menjadi sesuatu yang kita bisa liat dan pahami. Memakai sebuah komputer yang tidak memiliki kartu VGA ini sama saja dengan memakai komputer yang menutup mata, dan biasanya komputer tidak akan bisa hidup tanpa adanya kartu VGA ini. Bahkan komponen ini sederhana, hanya sebuah papan sirkut dengan beberapa IC yang biasanya memiliki pendingin alumunium baik disertai kipas maupun tidak.

Banyak jenis yang ditawarkan di pasaran sekarang ini, tapi secara umum bisa kita kelompokkan menjadi dua bagian. Yang pertama kartu grafis onboard atau terintegrasi dan grafis add-on atau tambahan.

Kartu grafis onboard merupakan solusi ekonomis yang efektif dan efisien (atau kali bahasa baku sakil atau mangkus) bagi pengguna komputer, karena tidak perlu membeli atau menambahkan kartu grafis yang berharga cukup lumayan ke dalam CPU-nya, karena kartu grafisnya telah terintegrasi pada mainboard komputernya. Ada dua tipikal dalam dunia kartu grafis onboard, yaitu yang telah memiliki memory RAM yang tertanam pada mainboard (mainboard jenis ini jarang ditemui di pasaran karena harganya cenderung lebih mahal dari pada mainboard yang berkartu grafis onboard biasa).


Fungsi VGA Onboard


Yang kedua ialah kartu grafis onboard yang mengambil memory dari RAM utama komputer, ini merupakan kebanyakan dari mainboard berkartu grafis onboard yang beredar dipasaran dikarenakan harganya yang lebih murah dari jenis mainboard lainya. Karena kartu grafis onboard jenis kedua ini mengambil memory dari RAM utama komputer maka biasanya ukuran RAM komputer kita akan berkurang sebanyak jumlah yang dipakai kartu grafis onboard tersebut. Jadi jangan heran kalo RAM di komputer kita tidak menunjukkan ukuran yang seharusnya, mungkin hanya karena terpakai sebagian sebagai memory bagi kartu grafis onboard komputermu.


Sedangkan kartu grafis add-on merupakan kartu grafis yang terpisah dan harus kita tambahkan pada komputer kita. Kartu grafis jenis ini umumnya mahal dan memiliki kinerja jauh lebih baik dibanding kartu grafis onboard kebanyakkan. Nah, untuk kamu yang tergila-gila dengan game 3 dimensi atau butuh kinerja kartu grafis yang handal seperti penggunaan vidio editing atau program 3 dimensi, jangan salah pilih pastikan ketika kamu membeli komputer lengkapi dengan kartu grafis add-on bukan hanya sekedar yang onboard saja.

Jangan lupa kinerja kartu grafis juga ditentukan dengan besar memory dan kecepatan kartu grafis tersebut. Umumnya orang akan lebih memperhatikan besarnya memory kartu grafis saja, karena biasanya semakin besar memorynya maka kecepatanyapun semakin tinggi. Untuk kartu grafis onboard kita bisa dengan mudah merubah ukuran memory kartu grafis ini dari setting pada CMOS (BOIS), tapi ingat bahwa yang dipaki ialah RAM utama komputer kamu loh. Sedangkan untuk kartu grafis add-on kita hanya bisa mengubah ukuranya dengan menggantinya dengan yang baru, pastinya dengan harga yang lumayan, suatu yang wajar untuk mendapatkan hasil yang lebih baik khan.

Ada dua perusahaan besar yang selalu bersaing dan mengklaim bahwa grafis add-on buatanya lebih baik, perusahaan tersebut ialah nVIDIA dan ATI. Meskipun di pasaran kita bisa menemui banyak merek tapi bisa kita pastikan bahwa chip atau IC utamanya pasti buatan salah satu perusahaan besar tersebut.



Bagian-bagian VGA


PCB (Printed Circuit Board)
Pada vidio card, warna dasar yang digunakan beragam. Mulai dari warna merah, hijau dan kuning keemasan.
Ada dua form factor yang digunakan. Kebanyakan berukuran standar dengan ketinggian sekitar 99 mm (tinggi bracket sekitar 127 mm) dan lebar yang bervariasi. Ukuran yang lebih mungil, dengan ketinggian setengahnya, dikenal dengan form factor low-profile. Vidio card semacam ini digunakan seperti pada mini PC. Sesekali ditemukan beroprasi dengan sebuah riser card.



GPU/VPU
Inilah inti dari vidio card. Sebuah IC (integrated circut), tugasnya seperti CPU pada sebuah mother- board. Ia yang menangani proses 2D dan 3D. Biasanya tertutup oleh heatsink dan fan.



Memory
Untuk membedakan dengan RAM/ memory yang terinstalasi pada motherboard, lebih spesifik disebut sebagai vidio RAM. Kesamaan antara RAM dengan vidio RAM cukup banyak.
Namun pada praktiknya, RAM vidio card terutama seri-seri high-end, sering mengguanakan chip memory yang lebih cepat ketimbang RAM motherboard.



Bus Interface
Untuk sekarang, pilihanya hanya ada dua macam interface. Yaitu, AGP (Acce- lerated Graphics Port) dan PCI Express. Sebelumnya sempat digunakan slot ISA dan PCI untuk vidio card ini.


Cooling System
Sempat memiliki sebuah vidio card yang sama sekali tidak mengguanakan fan pendingin, atau bahkan tanpa heatsink? Untuk GPU terkini, sebuah hal yang hampir tidak mungkin. Dengan clock yang demikian cepat, panas selama beroprasi dapat mencapai suhu yang cukup tinggi. Sebagai informasi, suhu pada heatsink pasif (tanpa fan) sebuah vidio card GeForce FX5200 dapat mencapai kisaran 60 derajat C. Dapat dibaayangkan panas yang dapat dihasilkan sebuah vidio card kelas high-end.



Display Interface
Kebanyakan vidio card menawarkan tiga jenis port interface: DVI, VGA dan TV-Out. Dan yang lain, hanya merupakan kombinasi minor dari tiga port tersebut.
Ada yang menawarkan dual DVI, untuk dapat mengahsilkan dua tampilan pada display digital. Ada yang menyertakan fasilitas dukungan output HDTV (high-definition TV), atau VIVO (vidio input vidio output). Dua yang disebut terakir, biasanya dengan menyertakan fungsi tambahan tersebut pada port vidio.





Dikutip dari Widya scool



Minggu, 17 Juni 2012

Teknologi VGA


Namanya beragam. Kadang kita kenal dengan nama graphic card, vidio card, vidio board, vidio adapter, vidio accelerator, display adapter, graphic accelerator, atau graphic adapter. Di majalah PC media, lebih sering disebut sebagai vidio card. IA lebih populer dengan nama VGA card. Istilah yang lebih banyak digunakan, baik di kalangan user PC maupun penjual atau beberapa produsenya. Dan semua mengacu pada sebuah koponen yang sama. Dengan tugas utama melakukan proses konversi dari data digital berisi representasi logikal, menjadi sinyal yang berisi informasi visual untuk dapat ditampilkan pada layar display.



Pada kebanyakan kasus, yang digunakan sebagai display adalah monitor, baik itu monitor konvensional CDR (Cathode Ray Tube), maupun monitor LCD (Luquid Crystal Display). Masih termasuk dalam display adalah penggunaan projector, ataupun TV sebagai alternatif dari monitor.
Dari letak demografi komponen yang satu ini, secara sederhana dapat dibagi menjadi dua.


Expansion
Inilah yang sering dan sering dan lebih tepat jika disebut sebagai VGA card. Komponen PC yang satu ini memilki prosessor ter- sendiri. Disebut GPU (Graphics Pro- cessing Units) oleh nVIDIA, dan VPU (Visual Processing Units) oleh ATI.
Ia dilengkapi dengan vidio memory yang sama sekali terpisah dengan RAM pada motherboard. Pada kebanyakan produk vidio card, menggunakan jenis RAM yang satu langkah lebih maju dibanding RAM motherboard.


Integrated
Terintegrasi pada motehrboard, sering disebut integrated graphic controller. Rata-rata memiliki kinerja 3D yang lebih rendah, dibanding expansion card. Ini berlaku, jika membandingkan kinerjanya, dengan era dan kelas yang sama.
Penyebab utamanya adalah kebanyakan menggunakan chipset yang relatif lebih murah, untuk menekan biaya yang dibutuhkan. Kebanyakan integrated graphic controller juga menggunakan sistem sharring memory, tidak seperti pada expansion card yang memiliki dedicated memory.


VGA Glossary
Begitu banyak yang harus diperhatikan dalam pembelian VGA Crad. Karena memang dari kompleksitasnya, komponen yang satu ini termasuk tiga komponen terumit yang ada di dalam PC anda.
Berikut kami sertakan data spesifikasi jajaran terbaru dari dua produsen graphic controller, ATi dan nVIDIA. ATi mulai dari seri RV370 hingga R520 yang dapat ditemukan pada seri X1800-nya. Sedangkan untuk nVIDIA mulai dari seri main- stream GeForce 6200 hingga jajaran produk high end GeForce 7800. Semuanya adalah data spesifikasi reference board standar dari pembuatan chipset. Sedangkan produsen VGA sendiri, sering mengadakan pembaikan dan perubahan setting clock. Dengan tujuan memberi performa tambahan pada produk VGA-nya.
Begitu banyak istilah pada spesifikasi sebuah vidio card. Apa artinya dan mana yang perlu diperhatikan?


Architecture GPU/VPU
Adalah kode dari GPU/VPU yang diguna-kan pada vidio card yang bersangkutan. VPU (Visual Processing Unit) istilah yang sering digunakan oleh ATi, sedangkan nVIDIA menyebutnya sebagai GPU (Graphic Processing Unit). Biasanya urutan angka di belakangnya berdasarkan kronologis waktu pengembangan ataupun peningkatan teknologi dan kinerja. Pada beberapa kasus, bisa terjadi lompatan generasi karena satu dan lain hal.


Manufacturing Process
sama seperti pada CPU, GPU/VPU dibuat dalam proses produksi yang terus menciut, seiring perkembangan teknologi. Antara lain untuk menekan ongkos produksi, meningkatkan jumlah transistor (transistor count) dalam ruang yang terbatas tanpa menmbahkan  energi panas yang signifikan saat beroperasi. Sesuai dengan perkembangan teknologi proses yang telah dikuasai.


DirectX Support
DirectX adalah sebuah perintah pemrograman API (Application Program Interface) yang digunakan oleh microsoft. Ini akan (sedikit) mempermudah pekerjaan game developer. Sekaligus memperkecil permasalahan kompa- tibilitas hardware pada operating system yang bersangkutan.
Dengan mengandalkan koleksi pe- rintah standar yang tersedia pada DirectX, maka hampir dapat dipastikan selama kompatibel dengan windows, hardware yang bersangkutan tidak akan mengalami masalh. Seiring ber-tambahnya versi DirectX, ia juga dilengkapi dengan intruksi khusus baru.  Yang hanya dimiliki oleh hardware-hardware terbaru juga. Ada baiknya untuk memastikan VGA card yang digunakan mendukung versi DirectX terbaru (untuk sementara versi DirectX 9.0c.


Bus Interface
Sejak kedatangan PCIe x16 pada tahun 2004 yang lalu, keberadaan AGP memang sudah mulai terancam. Awalnya bandwidth data PCIe x16 dengan 4GB/s yang jika dibandingkan 2,1 GB/s pada AGP 8x mejadi alasan  utama.
Seajak dikembangkanya (kembali) penggunaan dual AVG, mempertegas arah pengembangan vidio card berikutnya. Seperti anda liat, kebanyakan produk terbaru sudah jarang atau bahkan tanpa menyertakan versi dengan slot interface AGP.
Jika motherboard yang anda gunakan belum memiliki ketersediaan slot PCIe x16, maka pilihan utnuk upgrade vidio card akan sedikit terbatas. Dua produsen terbesar, baik ATi maupun nVIDIA  memiliki kencenderungan tidak lagi memproduksi vidio card chipset terbaru dengan slot AGP. Apalagi jika anda tertarik untuk mewujudkan penggunaan dual VGA. Baik dengan ATI CrossFire maupun nVIDIA SLI, keduanya hanya dapat diwujudkan pada motherboard tertentu yang sudah menggunakan slot PCIe x16.


Pixel and Vertex Shader
Vartex Shader dan pixel shader bersama-sama bekerja dalam proses rendering untuk menghasilkan pixel hasil tampilan akhir. Biasanya bekerja pada saat menampilkan objek tiga dimensi. Baik Direct3D, OpenGL, ataupun API 3D scene  yang lain dapat memanfaatkan keduanya.
Versi pada pexel shader maupun vertex shader selalu berkembang. Disesuaikan dengan perintah khusus yang dapat berjalan pada API terbaru.
Contohnya adalah sebagai berikut. Shader model 3.0 adalah gabungan 2 teknologi yang digunakan pada DirectX 9.0. Yaitu, pixel Shader Model 3.0 dan Vartex Shader 3.0. Shader 3.0 ini lebih memungkinkan intruksi shader yang lebih panjang (65535 intruction) dan memungkinkan dynamic branching. Sedangkan, Shader 2.0 yang digunakan pada versi digunakan pada versi DirectX sebelumnya. Denagan shader lenght lebih terbatas (256 intruction) dan belum mendukung dynamic branching.


Pipelines
GPU mengerjakan intruksi untuk tekstur, transformation (transperancy, deformation, reflotions, dan seterusnya) menjadi hasil akhir pixel yang muncul pada display. Sebuah urutan perintah dikerjakan dalam satu pipeline. GPU terkini memiliki multi pipeline yang memungkinkan mengerjakan secara pararel. Tentunya akan memperpendek waktu proses. Secara garis besar, makin banyak pipeline, semakin bagus kemampuanya dalam merender.


MEMORY
Jumlah memory juga akan mempengaruhi resolusi maksimal yang mampu dilakukan. Kbanyakan kelas mainstream akan berkisar hingga kapasitas 128 MB. Jumlah akan sangat mempengaruhi kedalaman warna dan resolusi yang mampu ditampilkan.
Jenis RAM yang banyak digunakan adalah DDR, DDR II, dan GDDR. DDR II dan GDDR akan mampu mengahasilkan clock memory yang lebih cepat dibanding DDR. Semakin besar lebar data (memory bus width) yang diminngkinkan untuk komunikasi antara core dan memory, semakin cepat data yang mampu diproses sebuah VGA Card.
Memory bandwidth berdasarkan memory bus width, memory type dan memory speed.Kebanyakan VGA card ekonomis, hanya menawarkan interface data yang terbatas (64-bit). Ada baiknya untuk memilih produk yang memiliki 128-bit data interface, atau 256-bit jika budget memungkinkan.


CLOCK SPEED
Ada dua clock speed yang perlu diperhatikan. Yang pertama ada core clock dan dan kedua adalah memory clock. Sebaiknya saat membandingkan clock VGA card, bandingkan dari produsen chipset graphic adapter yang sama. ATi dengan ATI, dan GeForce dengan GeForce. Jika ada angka yang mencurigakan, biasanya pada clock memory atau juga disebut memory speed, biasanya produsen menyebutkan clock memory effective dari memory yang digunakan.



Di kutip dari WIDYA SCOOL.